BISNIS STARTUP VS SCALE-UP, APA BEDANYA?

Perkembangan zaman di era distrupsi jika diamati akan terasa sangat pesat. Perhatian perkembangan bisnis pada era saat ini sangat menginspirasi banyak kalangan masyarakat untuk terus berinovasi mengembangkan bisnis dalam kegiatan berwirausaha. Istilah Startup yang digunakan dalam bisnis tentunya sudah sangat umum dibicarakan oleh pemuda millennial bahkan generasi baby boomers yang tumbuh mengikuti teknologi di era distrupsi masa kini.

Perusahaan Startup yang dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata Perusahaan Rintisan dahulunya merupakan sebuah pengertian dari perusahaan yang baru saja dirintis dalam segala bidang. Saat sebuah perusahaan baru akan memulai bisnis, perusahaan itu disebut sebagai perusahaan rintisan atau startup. Seiring dengan berjalanannya waktu dan perkembangan teknologi, istilah startup mulai bergeser. Pada masa kini, yang dimaksudkan perusahaan startup adalah sebuah perusahaan rintisan yang dalam proses operasional bisnis dan produknya mengaitkan inovasi teknologi yang memiliki bertujuan untuk memecahkan permaslaahan di masyarakat. Sehingga sifatnya disstruptive, yang menurut Clayton Christensen merupakan cara untuk memikirkan perusahaan yang sukses tidak hanya memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini, namun mengantisipasi kebutuhan mereka di masa depan.

Sedangkan itu, scale-up merupakan sebuah keadaan revolusi dari bisnis rintisan, dengan menyatakan bisnis telah scale-up, keadaan dari bisnis rintisan sudah mulai konsisten, mapan, juga memiliki pelanggan yang tetap. Adapun perbedaan bisnis yang masih startup dengan bisnis scale-up yaitu apabila bisnis yang hanya memiliki 10 karyawan sudah memiliki 100 karyawan. Konsumen yang sebelumnya hanya membeli karena ingin mencoba, saat scale-up sudah ada yang menjadi pelanggan tetap karena kebutuhan. Produk yang dipasarkan sudah konsiten dan memiliki target pasar yang tetap. 

Apabila bisnis yang sedang dijalankan sudah memiliki tanda-tanda tersebut berarti bisnis sudah dalam tahapan scale-up. Jika belum, berarti pelaku bisnis harus terus meningkatkan inovasi dan daya saing dari penjuualan produk yang diproduksi. EC STIE Inaba berkolaborasi dengan Cubic Inkubator Bisnis memberikan pembinaan kepada bisnis startup agar berkembang pesat di era distrupsi  untuk menjadi bisnis scale-up

Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 10 Mei 2021, akan tetapi peserta yang akan didampingi diminta untuk mendaftarkan bisnisnya yang dimulai dari tanggal 12-24 April 2021. Setelah prosesi pendaftaran dilaksanakan, EC Inaba dan Cubic Inkubator akan melakukan seleksi pemberkasan kepada para pendaftar, pengumumannya akan diumumkan pada tanggal 25 April 2021. Satu hari setelahnya sampai dengan tanggal 30 April 2021, bisnis yang telah lolos pada tahapan administrasi akan diundang pada sesi presentasi. Final dari agenda seleksi ini ada pada tanggal 1 Mei 2021 dan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan dan pembinaan. 

Proses pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas bisnis rintisan, UMKM, juga koperasi agar terus berinovasi memberikan produk yang dapat bersaing dengan produk serupa lainnya. Pada akhir pembinaan, bisnis yang dianggap berpotensi akan mendapatkan uang pembinaan dari LPDB-KUMKM hingga senilai 10 milliar rupiah. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi tautan; bit.ly/ProgramPembinaanBisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *