Dies Natalis ke-XXXII STIE INABA

Dies Natalis ke-XXXII STIE INABA

STIE INABA memperingati Dies Natalis ke-XXXII pada 14 Februari 2018. Dies Natalis ini diperingati sejak  perubahan AAN (Akademi Administrasi Niaga) Bandung, menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Membangun disingkat “STIE INABA” berdasarkan SK. Kopertis No. 0891/Kop.IV/N/1985.

Dies Natalis (di.es na.ta.lis) /diés natalis/ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi 3, adalah hari ulang tahun berdirinya suatu lembaga pendidikan tinggi (universitas, akademi, dsb).

Dalam acara Dies Natalis Dr. Yoyo Sudaryo, S.E., M.M., Ak., C.A selaku Ketua  STIE INABA memberikan orasi ilmiah dengan judul “KINERJA PERGURUAN TINGGI BERBASIS BALANCED SCORECARD”. Balanced Scorecard (BSC) sebagai Sistem Pengukuran yang Mengarahkan Kinerja Perguruan Tinggi berdasarkan atas konsep keseimbangan (balanced) di sini menunjuk pada adanya keseimbangan pada perspektif-perspektif yang akan diukur, jika diaplikasikan dalam kinerja perguruan tinggi  sebagai berikut :

  1. Perspektif pelanggan, yaitu untuk menjawab pertanyaan bagaimana stakeholder memandang Perguruan Tinggi.
  2. Perspektif internal, untuk menjawab pertanyaan Perguruan Tinggi memiliki keahlian dalam bidang apa.
  3. Perspektif inovasi dan pembelajaran, untuk menjawab pertanyaan apakah Perguruan Tinggi mampu berkembang dan memberikan nilai untuk stakeholder.
  4. Perspektif keuangan, untuk menjawab pertanyaan bagaimana Perguruan Tinggi mengelola keuangan.

Pada umumnya misi Perguruan Tinggi berbicara secara umum mengenai pelanggan. Namun dengan BSC, tujuan dan pengukurannya dibuat dengan lebih rinci dengan memperhitungkan ekspekstasi pelanggan terkait dengan waktu, kualitas, kinerja produk, dan biaya. Demikian pula dengan proses internal, secara rinci memusatkan pada kompetensi inti, proses, keputusan, serta tindakan-tindakan yang berpengaruh pada kepuasan pelanggan. Sedangkan inovasi dan pembelajaran menunjukkan keberhasilan masa depan. Perspektif ini mengukur perbaikan terus-menerus terhadap produk dan proses yang sedang berjalan serta meningkatkan kemampuan Perguruan Tinggi.

Dengan kombinasi berbagai perspektif tersebut, menjadikan pengukuran kinerja bukan lagi semata domain internal Perguruan Tinggi, namun keseluruhan stakeholder mengetahui secara persis operasional yang berlangsung dalam Perguruan Tinggi. Juga, pengukuran bukan lagi bersifat satu arah dan bertujuan sebagai pengendalian, namun bersifat multi arah dimana setiap bagian dan individu dalam Perguruan Tinggi mengetahui visi Perguruan Tinggi dan tujuan pada setiap level serta menetapkan sistem yang membantunya mengukur kinerja yang harus dilakukan dalam mencapai visi dan tujuan tersebut. Inilah mengapa BSC menjadi sistem pengukuran yang mendorong kinerja.

Kinerja STIE INABA jika dilihat dari pemeringkatan perguruan tinggi memiliki tren yang baik. Pada tahun 2015, berada pada peringkat 260, pada tahun 2016 meningkat menjadi 252, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 228.  Semoga acara Dies Natalis tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, namun juga sebagai agenda untuk mempercepat pencapaian visi STIE INABA yaitu menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi yang menciptakan Sumber Daya Manusia unggul pada Bidang Akuntansi dan Manajemen serta Kewirausahaan.

Selamat ulang tahun,

STIE INABA: BERJAYA, BERDAYA, BERKARYA.

Orasi ilmiah oleh Dr. Yoyo Sudaryo, S.E., M.M., Ak., C.A (Ketua STIE INABA)
Pemotongan tumpeng oleh Ketua STIE INABA dan Bendahara Yayasan INABA
Paduan suara oleh INABA’S CHOIR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *