UNIVERSITAS INABA – Bandung, Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan serta membangun kesadaran investasi di kalangan generasi muda, GIBEI Universitas INABA sukses menggelar acara Seminar Pasar Modal pada tanggal 13 Mei 2026 di Universitas INABA yang diikuti oleh mahasiswa Universitas INABA dan teman-teman disabilitas dari BILIC Indonesia. Kegiatan ini menjadi sarana edukatif untuk memperkenalkan dunia pasar modal sekaligus membekali peserta dengan pengetahuan yang dapat mendukung kemandirian finansial di masa depan.
Bersama narasumber inspiratif yang kompeten di bidang pasar modal dan investasi, yaitu Bapak Adnan Bahalwan (Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat). Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar pasar modal, berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana, serta mekanisme transaksi yang berlangsung di bursa efek. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya mengenali risiko dan peluang investasi agar dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan investasi, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Literasi keuangan dan pemahaman investasi menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk mengelola sumber daya keuangan secara produktif, meningkatkan kesejahteraan, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui seminar ini, mahasiswa dan teman-teman disabilitas memperoleh wawasan mengenai bagaimana investasi dapat menjadi salah satu instrumen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pasar modal berperan sebagai penghubung antara pemilik modal dan pelaku usaha, sehingga mampu mendukung pengembangan bisnis, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan aktivitas ekonomi secara luas.
Suasana seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar strategi memulai investasi, pengelolaan risiko, hingga cara menghindari investasi ilegal. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa dan teman-teman disabilitas untuk memahami dunia investasi sebagai bagian dari perencanaan karier dan keuangan jangka panjang.
Yang menjadi salah satu nilai penting dalam kegiatan ini adalah hadirnya teman-teman disabilitas dari BILIC Indonesia yang turut berpartisipasi sebagai peserta seminar. Kehadiran mereka mencerminkan semangat inklusivitas bahwa akses terhadap edukasi keuangan dan investasi harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena kami percaya bahwa setiap orang, dengan atau tanpa disabilitas, memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih kesuksesan di dunia investasi maupun pasar modal.
Melalui penyelenggaraan Seminar Pasar Modal ini, diharapkan mahasiswa dan seluruh peserta dapat menjadi individu yang lebih melek finansial, mampu mengambil keputusan investasi yang bijak, serta berkontribusi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan semangat SDGs 8, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong terciptanya kesempatan yang setara bagi semua pihak untuk berkembang dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi. Sebab inklusi bukan hanya tentang membuka akses, tetapi juga memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berinvestasi, dan meraih masa depan yang lebih sejahtera.
Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Universitas INABA kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan berdampak positif. Universitas INABA berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan konsep yang semakin menarik dan partisipasi yang lebih luas. (Nazwa Salsabila Nadziifah-Humas)

